Bank Kalsel Wajib Mengorientasikan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Secara Tematik Untuk Membangun Ekosistem Ekspor Yang Kuat Di Banua Seiring Hadir Bank Devisa

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Firman Yusi Tanggapi Positif Rencana Hadirnya Bank Devisa

Banjarmasin, lintaskalsel.com

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Firman Yusi sangat mendukung rencana besar Bank Kalsel untuk segera meluncurkan diri sebagai Bank Devisa, namun Bank Kalsel sudah mulai mengorientasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara tematik untuk membangun ekosistem ekspor yang kuat di Banua.

Hal tersebut di kemukakan Firman Yusi Senin (1/6/2026) saat diminta tanggapannya menyusul Bank Kalsel akan melaunching Bank Devisa 17 Juni mendatang.

Secara khusus, Firman Yusi mendorong agar dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dialokasikan untuk mencetak dan membina wirausaha muda ekspor (young exportpreneurs) di Kalsel.

Mwnurutnya status Bank Devisa ini harus membawa dampak instan dan nyata bagi perekonomian masyarakat bawah.

” Salah satu cara paling efektif adalah memanfaatkan dana CSR untuk melahirkan eksportir-eksportir baru dari kalangan generasi muda,” ujar Firman Yusi.

Kalsel memiliki kekayaan potensi alam yang sangat luar biasa dan tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga produk pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kerajinan khas daerah yang memiliki peluang pasar sangat besar di luar negeri (global).

Sayangnya, potensi yang melimpah ini belum tergarap secara optimal karena minimnya pelaku usaha lokal yang menguasai teknik dan jaringan pasar internasional.

“Permintaan dari negara lain terhadap komoditas non-tambang kita sebenarnya terus mengalir. Masalahnya ada pada pemenuhan standar, kontinuitas produk, dan literasi ekspor. Di sinilah CSR Bank Kalsel bisa masuk, yaitu membiayai pelatihan, pendampingan mutu, hingga membuka akses pasar bagi para wirausaha muda kita,” katanya.

Ia sarankan Bank Kalsel segera mempererat sinergi dan melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan Dinas Perdagangan Kalsel, agar gagasan besar ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Dinas perdagangan memiliki data pemetaan pasar, regulasi ekspor, serta jaringan yang bisa dikolaborasikan dengan kemampuan finansial dan fasilitas perbankan yang dimiliki Bank Kalsel.

Untuk mewujudkan ekosistem tersebut, Firman Yusi menjabarkan beberapa langkah konkret yang dapat di akomodasi, di antaranya pengembangan Export Academy, yaitu program inkubasi khusus bagi pemuda Kalsel untuk belajar regulasi, kepabeanan, dan strategi mencari pembeli (buyer) luar negeri.

Bantuan Standarisasi Produk sangat penting yaitu bantuan pendampingan sertifikasi internasional (seperti organik, halal global, atau sertifikasi mutu lainnya) bagi produk UMKM potensial, dan Fasilitasi Business Matching untuk membantu mempertemukan produk hasil karya wirausaha muda Kalsel dengan calon pembeli dari mancanegara.

“Saya optimis jika ekosistem ini terbentuk, Bank Kalsel tidak hanya sukses bertransformasi menjadi Bank Devisa secara transaksional, tetapi juga menjadi pahlawan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di Kalimantan Selatan,” tutup Firman Yusi ( Surya).

Berita Terkait

slot gacor