Banjarmasin, lintaskalsel.com
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, menyatakan ketimpangan antara minimnya alokasi anggaran dengan target ambisius pemerintah daerah, seperti target pertumbuhan ekonomi dan target investasi yang dibebankan kepada mitra kerja Komisi II, sangat jelas dan akan berdampak.
Hal itu disampaikannya dalam rapat pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 di Lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, Selasa (6/10/2026) bersama mitra kerja dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.
“Bagaimana mungkin DPMPTSP ditargetkan untuk mendapatkan investasi senilai 37 triliun di 2027, tapi anggaran yang tersedia sangat minim? Jadi bagaimana mungkin itu bisa dicapai? Oleh karena itu barangkali target-target ini juga perlu dievaluasi,” cecar Firman Yusi.
Firman Yusi juga menyampaikan Komisi II sangat serius menyoroti celah dalam pemenuhan mandatory spending pendidikan. Salah satunya anggaran UPT Balai.
Ia berharap ada rasionalasi anggaran terhadap dinas dinas terutama program perioritas.( Surya).






