Pemuda Maupun Karang Taruna Wajib Menjadi Penggerak Untuk Persatuan Dan Kesatuan Ditengah Masyarakat

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Nor Fajeri, saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Layap, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan

Balangan, lintaskalsel.com

Pemuda dan Karang Taruna hendaknya menjadi penggerak dalam memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Nor Fajeri, saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila dengan tema “Pancasila dan Semangat Persatuan” di Desa Layap, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (21/9/2026).

Nor Fajeri menegaskan, persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Mengenai perbedaan suku, budaya, agama, pandangan maupun latar belakang sosial hendaknya tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan menjadi bagian dari kekuatan dalam membangun daerah.

Menurutnya, Pancasila tidak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

“Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati, bergotong royong dan menjaga persatuan. Perbedaan adalah bagian dari kehidupan kita. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh atau terpecah,” ujar Nor Fajeri.

Ia menilai, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap rukun. Pemuda dan Karang Taruna, kata dia, memiliki posisi strategis untuk membangun kegiatan positif, mempererat kebersamaan serta menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Nor Fajeri juga mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang belum diketahui kebenarannya, menurutnya, jangan langsung dipercaya maupun disebarluaskan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan masyarakat.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan,” pesannya.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga toleransi, membantu sesama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta mengedepankan kepentingan bersama.

“Semangat persatuan harus kita rawat bersama. Mari kita jadikan Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.( Sury

Kategori:
Array

Berita Terkait

slot gacor