Anggota DPR RI Bambang Heri Purnama, Pulangkan Jemaah Umrah Kalsel Yang Terlantar Di Madinah

Anggota DPR RI Bambang Heri Purnama Konfrensi Pers Menyangkut Jemaah Umrah Banua Kalsel Yang Terlantar, Dipulangkan Kedaerah

Banjarmasin, lintaskalsel.com

Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama, meminta masyarakat banua Kalsel agar berhati hati memilih biro perjalanan umrah ketanah suci Mekkah.

Permintaannya itu disampaikannya setelah membantu memulangkan puluhan jemaah asal Kalimantan Selatan yang terlantar di Arab Saudi akibat persoalan yang diduga disebabkan oleh pihak travel.

Menurut Bambang, setiap calon jemaah harus memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap sebelum berangkat, mulai dari tiket pesawat pulang-pergi, kepastian hotel, hingga legalitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

“Untuk warga Kalimantan Selatan yang ingin umrah, pastikan travelnya benar-benar terpercaya. Pastikan juga tiket pulang-perginya sudah ada, hotelnya jelas, dan jangan mudah terbujuk rayu dengan penawaran yang belum tentu benar,” ujarnya.

Bambang menilai, kehati-hatian sangat penting agar masyarakat tidak mengalami pengalaman pahit seperti yang dialami sejumlah jemaah asal Banua yang sempat terlantar di Arab Saudi.

Ia menceritakan, para jemaah tersebut awalnya harus meninggalkan hotel di Madinah karena biaya penginapan tidak dibayarkan oleh pihak travel. Setelah berpindah ke Jeddah untuk menunggu jadwal kepulangan, mereka kembali dikejutkan karena tiket pesawat yang dimiliki ternyata tidak dapat digunakan.

Akibatnya, para jemaah harus bertahan selama beberapa hari tanpa kepastian. Di tengah cuaca yang mencapai 43 hingga 45 derajat Celsius, sebagian besar jemaah, termasuk lansia, mengalami kelelahan. Bahkan, ada yang hanya bertahan dengan makanan seadanya.

Melihat kondisi itu, Bambang yang saat itu juga berada di Tanah Suci langsung mendatangi para jemaah. Ia kemudian memutuskan membantu seluruh proses kepulangan mereka dengan menanggung biaya pembelian tiket, menyiapkan transportasi dari Makkah ke Madinah, hingga membantu pengurusan bagasi.

Sebanyak 36 jemaah akhirnya berhasil dipulangkan melalui penerbangan Madinah-Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin. Sementara dua jemaah lainnya memilih pulang secara mandiri.

Bambang berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat memilih travel umrah, tetapi juga memperhatikan rekam jejak dan tanggung jawab penyelenggara.

“Kasihan masyarakat yang niatnya memenuhi undangan Allah untuk beribadah, sudah mengeluarkan biaya, tetapi justru terlantar di negara orang. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah dan instansi terkait memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap biro perjalanan umrah. Menurutnya, travel yang terbukti menelantarkan jemaah harus diproses sesuai ketentuan agar memberikan efek jera dan melindungi masyarakat dari kasus serupa di masa mendatang.( Surya).

Berita Terkait

slot gacor