Ketua Umum BKOW Kalsel Pimpin Studi Komparasi ke Jabar Perkuat Ketahanan Keluarga Banua, Sekolah Perempuan dan Sekolah Lansia Jadi Inspirasi

Ketua Umum BKOW Prov. Kalsel *drg. Ellyana Hasnuryadi Dan Rombongan Memberikan Penjelasan Keterkaitan Stady Ke Jabar

Bandung, lintaskalsel.co

Ketua Umum BKOW Prov. Kalsel *drg. Ellyana Hasnuryadi* saat memimpin langsung studi komparasi ke Jawa Barat, 7–9 Mei 2026, bersama Kepala DPPPAKB Prov. Kalsel Husnul Hatimah.

drg. Ellyana membawa rombongan BKOW Kalsel menyatakan komitmennya memperkuat pemberdayaan perempuan, anak, dan lansia di Kalimantan Selatan.

BKOW mempelajari praktik, *Sekolah Perempuan* dan *Sekolah Lansia* yang dikembangkan DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Dua program ini akan diadaptasi sebagai strategi mempercepat penurunan stunting, pencegahan perkawinan anak, dan penguatan ekonomi perempuan di Bumi Lambung Mangkurat.

“Ini Amanah Pengabdian untuk Banua,sejak awal, menegaskan kunjungan ini adalah ikhtiar agar Kalsel tidak tertinggal dalam gerakan pemberdayaan.

Kami datang membawa amanah masyarakat Banua. Ingin belajar agar perempuan Kalsel makin berdaya dan lansia kita tidak kesepian. Jabar sudah membuktikan, dengan kolaborasi dan hati, lansia bisa tetap menjadi SDM unggul,”tegas drg. Ellyana saat memberikan sambutan di Kantor DP3AKB Jabar, Rabu (7/5/2026).

Sekolah Lansia sebenarnya sudah terbentuk di Kalsel, tapi kami butuh inovasi.

Program Ibu Asuh ASN Jabar, sejuta sarjana dan etos BKOW Jabar yang mampu menggelar 175 kegiatan setahun menjadi pelecut semangat kami. Ini yang akan kami bawa pulang dan rumuskan jadi gerakan bersama di Kalsel.

Ia menekankan, hasil studi komparasi ini akan langsung ditindaklanjuti, sepulang dari Bandung, kami susun rencana aksi.

Stunting dan perkawinan anak adalah PR besar Banua. Sekolah Perempuan dan Sekolah Lansia Jabar adalah model yang sangat bisa kami modifikasi sesuai kearifan lokal.

Kedatangan rombongan BKzoW Kalsel ini disambut disambut Kepala DP3AKB Jabar *dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes* bersama Ketua BKOW Prov. Jabar *Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani, S.E., M.Si., CDMP*.

dr. Siska memaparkan komitmen Gubernur Jawa Barat. Gubernur sangat memperhatikan aspek keperempuanan. Dari 50 juta warga Jabar, 25 juta adalah perempuan. Anak-anak kita 15 juta jiwa. Separuh lebih populasi ini wajib kita jaga dan berdayakan,”jelasnya.

Ia mengenalkan program Ibu Asuh Lansia, di seluruh ASN Jabar wajib mengangkat lansia sebatang kara sebagai ibu asuh.

Di beberapa daerah bahkan sudah ada bapak asuh, oleh sebab itu Negara harus hadir.

Disebutkan Siska yang saat ini ia juga merangkap sebagai Ketua TP PKK Jabar agar program lebih selaras.

Meski dua tahun pertama banyak relokasi anggaran untuk kesehatan dan infrastruktur dr. Siska memastikan DP3AKB tidak banyak terdampak karena programnya memang prioritas Gubernur.

Jabar masih menghadapi *stunting, perkawinan anak, perceraian tinggi, trafficking, hingga kasus kekerasan yang angka pelaporannya naik.Capaian diukur lewat IPG — Indeks Pembangunan Gender.

Menyangkut Bedah Program Unggulan Jabar dr. Siska menjelaskan, Sekolah Perempuan berpayung *Inpres No. 9 Tahun 2000* dan *Perda Jabar No. 2 Tahun 2023*, serta telah memiliki Modul Vokasional dan terdigitalisasi untuk mencetak Perempuan Jabar Juara.

Sekolah Lansia telah berjalan dua angkatan dengan trainer dan super trainer. “Lansia kami ajak tetap produktif, sehat, dan bahagia,” sambil mengenalkan *Warung Cetaaarrr (Warung Cewe Seterong dan Ceria)* sebagai wadah pemasaran produk perempuan kepala keluarga.

Kunjungan Lapangan dan Dialog Interaktif Dipimpin drg. Ellyana,kemudian rombongan meninjau *Sekolah Perempuan Jabar* yang disambut Kepala Sekolah Umi Narimawati.

Di Sekolah Lansia BKOW Berseri Jabar, mereka disambut Mahasiswa Lansia pimpinan *Hj. Neni Kencanadewi* dan turut dihadiri *Bapak Camat* setempat dan pengurus GOW Bandung Barat.

Sementara itu BKOW Kalsel diwakili Wakil Ketua I, Nuril Huda dalam sambutannya menyakan kedatangan rombongan BKOW Kalsel ke sini untuk belajar dan melihat langsung.

” Sebenarnya Sekolah Lansia di Kalsel sudah ada, namun sesempurna Sekolah Di Jabar karenanya sepulang dari Jabar akan kami lakukan inovasi dan modifikasi,” kata Nuril.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sesi tanya jawab yang berlangsung intens. *Retno Lestari* dari BKOW Kalsel menanyakan kiat menarik minat 42 mahasiswa Sekolah Lansia. Pengurus menjawab, “Kuncinya semangat dan kesadaran dari para mahasiswa yang kebanyakan adalah pensiunan kepala sekolah dan guru. Semuanya dilakukan dengan hati.”

Selain itu juga ibu Mariani bertanya menyangkut standar pembelajaran dan teknik pendekatan. *Fauziah* menanyakan syarat mahasiswa lansia. *Nawang* mempertanyakan legalitas dan administrasi. Pengurus Sekolah Lansia BKOW Berseri Jabar menegaskan, “Tidak ada aturan khusus yang mengikat. Usia wisuda minimal 60 tahun. Kegiatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi didukung penuh dinas-dinas terkait sesuai arahan Kepala Dinas DP3AKB Jabar dan BKOW Prov. Jabar.”

Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani menambahkan, dalam setahun BKOW Jabar telah melaksanakan 175 kegiatan.

“Program unggulan kami Pendidikan Sejuta Wanita menjadi Sarjana dan Sekolah Lansia. Koperasi binaan kami asetnya sudah miliaran rupiah,” ungkapnya.

Anjangsana BKOW Kalsel ditutup dengan Serah Terima Kenang-Kenangan* antara BKOW Prov. Kalsel dipimpin drg. Ellyana Hasnuryadi dan DP3AKB Prov. Jabar. Momen ini menjadi simbol penguatan silaturahmi dan komitmen kolaborasi pemberdayaan perempuan, anak, dan lansia lintas provinsi.

*Siap Rumuskan Aksi Nyata untuk Banua* Studi komparasi berakhir 9 Mei 2026. Di bawah komando drg. Ellyana Hasnuryadi, BKOW dan DPPPAKB Kalsel membawa pulang kerangka rencana aksi untuk percepatan program di Banua.

“Ini bukan sekadar kunjungan, tapi awal gerakan. Kami pastikan perempuan dan lansia Kalsel merasakan dampaknya,”_ pungkas drg. Ellyana. ( Red.Surya).

 

Berita Terkait

slot gacor