Banjarmasin, lintaskalsel.com
Pelatihan Digitalisasi untuk Peningkatan Kapasitas Ekonomi dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Bidang Kuliner digelar BKOW Provinsi Kalimantan Selatan bersama DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Sasangga Banua Rabu( 8/7/2026) pagi.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA diikuti 60 pelaku UMKM perempuan bidang kuliner dari Kota Banjarmasin.
Ketua Umum BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Hasnuryadi dalam sambutan tertulis dibacakan Wakil Ketua 2 BKOW Kalsel, Hj. Shinta Laksmi Dewi menegaskan pelatihan ini merupakan langkah nyata BKOW dalam memajukan ekonomi terutama kaum perempuan.
“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di Banua, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan mendorong tumbuhnya usaha-usaha lokal yang berdaya saing,” ujar Ellyana disampaikan Shinta Laksmi Dewi .
Ia berharap, setelah pelatihan ini para peserta tidak hanya mahir memasak, tapi juga mahir memasarkan produknya secara digital.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah.
Dalam sambutannya menyatakan mengoptimalkan pembangunan, diperlukan peran perempuan sebagai penggerak untuk dapat melaksanakan pemenuhan hak perempuan dan anak.
” Saya mengapresiasi kolaborasi lintas semua pihak sehingga kegiatan berjalan lancar ditambah lagi semangat yang tinggi kemudian diselengi Tawa, obrolan, dan bunyi mixer dari peserta,” ucap Husnul.
Husnul juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Mahdi Ramadhan dari GEKRAFS dan Chef Rivan BS, Baker Instructor Bogasari yang didatangkan langsung oleh H. Afta dari Surabaya, sebagai narasumber pada kegiatan kali ini.
Mahdi Ramadhan dari GEKRAFS memandu sesi digital marketing dengan diajarkan membuat konten jualan, pentingnya membuat personal branding, foto produk dengan HP, hingga cara masuk ke marketplace.
Sementara Chef Rivan BS dari Bogasari berbagi trik resep kekinian dan teknik baking yang bisa meningkatkan nilai jual produk. Aroma kue dan roti percobaan langsung memenuhi halaman, membuat peserta semakin antusias.
Mama Nia, salah satu peserta pemilik UMKM, produk kuliner kacang goreng, mengaku senang. “Dulu jualannya hanya dititipkan diwarung, sekarang diajari cara jualan online. Mudah-mudahan nanti bisa punya toko sendiri di aplikasi,” katanya.
Pelatihan ini menjadi bukti sinergi BKOW Kalsel dan DP3AKB Kalsel dalam memberdayakan perempuan. Harapannya, 60 peserta ini bisa menjadi agen perubahan yang menularkan ilmu digitalisasi ke komunitas UMKM lain di Banjarmasin.
Dengan bekal keterampilan digital dan inovasi produk kuliner, perempuan Banua diharapkan mampu mandiri secara ekonomi, mensejahterakan keluarga, dan mengangkat kuliner khas Kalimantan Selatan ke pasar yang lebih luas.( Surya).






