BKOW Kalsel dan Disdikbud Jaga Warisan Banjar, Lakukan Kunjungan ke Pengrajin Air Guci di Banjarmasin

Ketua BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Hasnuryadi Dan Rombongan Saat Kunjungi Pengrajin Air Guci

Banjarmasin, lintaskalsel.com

Ketua Umum BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Hasnuryadi* bersama Sekretaris Umum Hj. Mariani dan jajaran Bidang Humas melakukan kunjungan ke kediaman salah satu pengrajin kain Air Guci di Argadia Melati, Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pertemuan BKOW dengan Disdikbud Kalsel pada 12 Juni 2026 di Sasangga Banua sebagai bukti merawat warisan budaya dimulai dari menghargai para penjaganya. Pada kunjungan kali ini, Septian Indra bersama tim Disdikbud Kalsel juga hadir untuk melakukan proses syuting dan dokumentasi budaya.

Di lokasi, rombongan disambut Ibu Iin, pengrajin generasi ketiga yang sebelumnya usaha tersebut dirintis oleh neneknya, Ibu Kasniah.

Ibu Iin menjelaskan bahwa Air Guci bukan sekadar kain, melainkan identitas dan doa masyarakat Banjar yang diwariskan turun-temurun.

Berbagai motif pakemnya digunakan pada baju adat Pengantin Banjar, Baamar Galung Pancar Matahari dan Bagajah Gamuling Baular Lulut, menjadi ciri khas busana pengantin adat Banjar. Setiap helai kain menyimpan filosofi tentang kehidupan, perlindungan, dan kemuliaan.

“Kami datang untuk belajar langsung dari pengrajin. Air Guci ini adalah warisan Banjar yang harus kita jaga. Tugas kita memastikan generasi muda mengenal, mencintai, dan mau melestarikannya agar tidak punah,” tegas drg. Ellyana.

Ia menambahkan, hasil diskusi dengan Disdikbud akan diwujudkan dalam program nyata. Salah satunya penerbitan buku kebudayaan Banjar setiap tahun sebagai bentuk dokumentasi agar kekayaan lokal ini tetap hidup.

*Septian Indra* dari Disdikbud Kalsel menyampaikan komitmennya, bahwa kehadiran tim untuk syuting adalah bagian dari upaya bersama mendokumentasikan dan mempublikasikan budaya daerah.

“Dokumentasi ini penting agar warisan Banjar tetap dikenal luas. Sinergi dengan BKOW adalah langkah nyata pelestarian budaya yang menyentuh langsung ke pelaku budaya,” ujar Septian.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dimulai dari langkah sederhana: hadir, mendengar, merekam, dan mewariskan.

*Salam Budaya, Lestari Budayaku.* ( Surya).

 

Kategori:
Array

Berita Terkait

slot gacor