Banjarmasin, lintaskalsel.com
Ditengah gempuran pakaian jadi yang sangat banyak beredar dipasaran dan juga produk luar masuk ke daerah, tidak menjadi persoalan bagi Busana Mawar Tailor Banjarmasin tetap bertahan dengan mengembangkan kreatifitas mengolah dari bahan mentah berupa kain menjadi pakaian jadi.
Hal tersebut diungkapkan pemilik Busana Mawar Tailor Hajjah Norhayani didampingi Haji Kamal senior Busana Mawar kepada lintaskalsel.com, sore Sabtu (2/3/2024).
“Sejak tahun 80 han saya mulai merintis menjahit pakaian di Banjarmasin dari alamat Jalan Jati, hingga saat ini di Jalan Besar Ahmad Yani Km 4 Playoper dengan karyawan lebih kurang 50 orang,” ucap Hj.Norhayani.
Suka dan duka katanya memang dialami, terutama saat pandemi covid 19 jalan 2 tahun yang melanda daerah ini, pekerjaan menjahit pakaian saat itu sangat sepi, karena masyarakat pada saat itu tidak memikirkan pakaian, tapi lebih kepada kesehatan, ditambah lagi orang dilarang beraktivitas diluar rumah maupun kantor, sehingga waktu itu benar-benar sangat terpuruk.
“Ini juga tidak dialami oleh para pelaku penjahit busana semata, tapi hampir semua dunia usaha terkena imbas dari pandemi covid 19,” kata Norhayani menceritakan turun naiknya perjalanan Busana Mawar Tailor.
Kondisi demikian saat ini disyukurinya, karena masih tetap bertahan melayani masyakarat, baik menengah kebawah maupun menengah keatas, omsetpun juga semakin naik.
Terobosan Busana Mawar Tailor agar tetap bertahan dewasa ini, dengan melakukan kerjasama instansi pemerintah maupun swasta.
“Menurut Norhayani kita harus bisa memuaskan pelanggan, apa yang di kehendaki pelanggan untuk bentuk pakaian yang diinginkan wajib dituruti selama itu dapat dilakukan,” tuturnya.
Mengenai karyawan yang bekerja di Busana Mawar Tailor semua terampil dan memiliki keahlian dibidangnya masing-masing, tutup Norhayani.(surya).






