BKOW Kalsel Peduli Dan Kometmen Kawal Anak

Banjarbaru, lintaskalsel.com

Badan Kerjasama Organisasi Wanita BKOW Provinsi Kalimantan Selatan peduli dan komitmen mengawal hak anak. Ini sesuai arahan langsung Ketua Umum BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi,yang menugaskan Ketua Bidang Humas Desy Hairina dan Sekretaris Bidang Humas Errisa Nilasari menghadiri Sosialisasi Informasi Layak Anak ILA yang digelar DP3AKB Prov. Kalsel, Kamis (4/6/2026)di Ruang Rapat Lt.II DPPPAKB, Banjarbaru.

Kehadiran BKOW jadi wujud nyata peran organisasi perempuan Banua sebagai garda depan perlindungan anak di era digital.

*Arahan Ketua Umum: Organisasi Perempuan Jadi Filter Pertama*

Meski tidak hadir langsung, namun arahan Ketua Umum drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi menjadi dasar penugasan .

Ellyana menekankan BKOW dan seluruh organisasi perempuan harus paling depan mendampingi anak menerima informasi.

“Benteng pertama anak ada di rumah, kemudian Ibu dan organisasi perempuan punya peran kunci menyaring informasi yang masuk ke anak agar sesuai usia dan tidak berdampak negatif,” ujar Desy Hairina mewakili arahan Ketua Umum.

*ILA: Tanggung Jawab Moral, Bukan Sekadar Teknis*

Sosialisasi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.30 Wita menghadirkan Kepala DP3AKB Prov. Kalsel Husnul Hatimah, Dispersip Prov. Kalsel, dan Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Adrian Anwary. Peserta dari TP PKK, TP Posyandu, Pokja Bunda, serta OPD terkait.

Husnul Hatimah dalam sambutannya mengingatkan era digital mempermudah akses informasi tapi juga rawan. “Apabila informasi tidak sesuai usia, dampaknya negatif. Penyediaan informasi layak anak membantu tumbuh jadi anak cerdas. Ini bukan hanya teknis, tapi tanggung jawab moral bersama,” ucap Husnul

Adrian Anwary Kabid Pemenuhan hak anak memaparkan pilar ILA: Edukatif, Informatif, Rekreatif, dan Aman Siber. Ia menyorot ancaman nyata: adiksi gawai, pornografi, judi online, cyberbullying.

“Ekosistem digital ramah anak harus terintegrasi pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan keluarga. Peran BKOW dan TP PKK sangat vital,” ujar Adrian.

*Perpustakaan Siap Jadi Benteng Informasi Positif*

Dispersip Prov. Kalsel lewat Ahmad Alfiyannor dan Resa Soraya menawarkan solusi konkret. Mengacu UU No 35/2014, ILA adalah informasi sesuai tingkat kecerdasan dan usia anak. Empat karakteristiknya: sesuai usia, positif, edukatif, bebas konten negatif.

Untuk mewujudkan itu, Dispersip menyiapkan 4 layanan: perpustakaan anak, perpustakaan remaja, perpustakaan keliling, dan layanan teater. “Kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat kunci membangun ekosistem digital ramah anak,” kata Resa.

Sekretaris Humas BKOW Errisa Nilasari menyebut seluruh materi akan diteruskan BKOW ke jaringan organisasi perempuan di daerah. “Arahan Ibu Ketua Umum jelas. BKOW siap jadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat agar pesan ILA sampai ke ibu-ibu di akar rumput,” jelasnya.

Dari Banjarbaru, pesan sosialisasi ini dibawa pulang: orangtua, guru, dan organisasi perempuan harus kompak jadi filter informasi anak. Karena anak Banua yang terlindungi informasinya hari ini, adalah fondasi Kalimantan Selatan masa depan.( Surya).

 

Kategori:
Array

Berita Terkait

slot gacor