BKOW Kalsel Ajak Perempuan Waspada Preeklamsia Lewat Edukasi Organisasi

Saat D' Talkshow BKOW Kalsel Di Duta TV Banjarmasin

Banjarmasin, lintaskalsel.com

Preeklamsia sering datang diam-diam, tapi bisa berujung fatal bagi ibu dan bayi. Kesadaran dini menjadi kunci pencegahan, dan organisasi perempuan diminta jadi garda terdepan dalam menyebarkannya.

Hal itu mengemuka dalam D’Talkshow “PREECLAMPSIA: Kenali Gejalanya, Ambil Tindakannya” yang disiarkan Duta TV, Jumat [22/5/2026].

Dalam D’ Talkshow tersebut Ketua Umum BKOW Provinsi Kalimantan Selatan, Ellyana Hasnuryadi, sebagai narasumber bersama dr. Ruth Widhiati, dokter ahli ginekologi, dan Bidan Endhang Khodarsih.

Hadir dalam d’talkshow pengurus BKOW Kalsel Mariani, Gt. Nurul, Ana Sofiati, Desy Hairina, dan Armayani yang dibuka dengan kisah nyata pengalaman teman dekat Ellyana yang mengalami preeklamsia.

“Pengalaman itu membuat saya sadar, preeklamsia itu nyata dan bisa dicegah. Kuncinya edukasi melalui organisasi, supaya perempuan lebih aware dengan mengenali gejalanya sejak awal,” ujar Ellyana.

Berkaitan dengan itu BKOW Kalsel akan memperkuat peran organisasi-organisasi di bawahnya agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain.

“Melalui BKOW, kami membantu pencegahan dengan membuat organisasi lebih aware. Selain itu juga mendorong pemerintah bersinergi dengan PKK dan Posyandu untuk mencegah kematian ibu dan anak,” ucapnya

Dari sisi medis, dr. Ruth Widhiati menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum hamil, serta kontrol kehamilan rutin.

Kenali diri sendiri dulu, siap fisik, siap mental, kemudian untuk mencegah kematian, kontrol kehamilan itu wajib.

Gejala seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, nyeri di ulu hati, dan protein positif di urine harus segera dikonsultasikan,” jelas dr. Ruth.

Ia merinci, pengobatan preeklamsia bisa berupa terminasi segera atau observasi ketat sampai usia kehamilan optimal, tergantung kondisi ibu dan janin. Tujuannya agar proses kelahiran bisa berlangsung lebih baik.

Bidan Endhang Khodarsih menyoroti peran bidan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di lapangan. Menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak usia remaja.

“Di sekolah, siklus haid anak perempuan perlu diperhatikan. Problem sosial budaya seperti kawin muda juga harus diatasi. Kami mendorong Gerakan Seribu Tensimeter untuk deteksi dini tanda preeklamsia,” ungkapnya.

Sekretaris Umum BKOW KalSel, Mariani, yang hadir dalam acara tersebut menanyakan mengenai langkah preventif dan kuratif preeklamsia. Pertanyaan itu dijawab langsung oleh dr. Ruth dengan menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.

Menutup diskusi, ketiga narasumber menyampaikan pesan kunci untuk masyarakat.

“Preeklamsia ini diam-diam mematikan. Kenali diri, segera periksa kehamilan,” tegas dr. Ruth.

“Waspada, kenali faktor risiko, jalani gaya hidup sehat,” imbau Bidan Endhang.

Sementara Ellyana Hasnuryadi memastikan BKOW Kalsel akan terus bergerak. “Bersama BKOW, kami akan melakukan edukasi secara berkelanjutan agar tidak ada lagi ibu dan anak yang menjadi korban,” ujarnya.( Surya).

Kategori:
Array

Berita Terkait

slot gacor